
BANYUWANGI – Semangat persekutuan menyelimuti Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Tulungrejo yang terpilih menjadi tuan rumah perhelatan Sidang Majelis Daerah (SMD) Besuki Timur ke-87. Berlangsung selama dua hari, 28–29 Maret 2026, persidangan ini merupakan sidang evaluasi sekaligus sidang perdana di tahun 2026 yang dihadiri oleh utusan dari 10 Jemaat di wilayah pelayanan Besuki Timur.
Rangkaian acara diawali dengan Ibadah Pembukaan yang dilayani oleh Pdt. Yosua Anggi Hermanto, S.Si. Dalam khotbahnya yang didasarkan pada Filipi 1:21-30, beliau menekankan esensi pengabdian total dengan tema “Hidup adalah Kristus dan Mati adalah Keuntungan”.
Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan tarian khas Banyuwangi yang dibawakan dengan apik oleh anak-anak KPAR Jemaat Tulungrejo. Ketua Panitia, Pnt. Herry Purwanto, dalam laporannya menyampaikan kesiapan teknis tuan rumah, disusul sambutan dari perwakilan Majelis Agung:
- Pdt. Indro Sujarwo (mewakili Pelayan Harian Majelis Agung/PHMA).
- Bp. Khrisna Hari Purnama (mewakili Komperlitbang Majelis Agung).
Agenda utama sidang dimulai setelah istirahat siang dengan pembagian lima seksi kerja:
- Seksi I : Bidang Teologi
- Seksi II : Bidang Koinonia
- Seksi III : Bidang Marturia & Diakonia
- Seksi IV : Bidang Penatalayanan
- Seksi V : Bidang Lintas Bidang

Meskipun sempat terkendala hujan lebat disertai angin kencang yang mengganggu konsentrasi rapat di luar gedung, semangat para peserta tidak luntur. Setelah jeda mandi sore dan makan malam, sidang dilanjutkan dengan pengambilan keputusan hingga pukul 20.30 WIB. Hari pertama ditutup dengan Ibadah Malam yang dipimpin oleh Pdt. Yedija Pramudya Pradhana (GKJW Wonorejo).
sidang ini merupakan forum penting dalam kehidupan bergereja, khususnya di lingkup Gereja Kristen Jawi Wetan, untuk melakukan evaluasi pelayanan, penyusunan program kerja, serta pengambilan keputusan strategis bagi pelayanan ke depan.
kegiatan sidang berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan. setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan laporan pelayanan, pergumulan jemaat, serta usulan demi kemajuan bersama. suasana persidangan terasa hangat, mencerminkan semangat persaudaraan dalam kristus meskipun terdapat berbagai perbedaan latar belakang jemaat.
dalam sidang ini juga dibahas berbagai isu penting yang berkaitan dengan pelayanan gereja di tengah perkembangan zaman, termasuk penguatan iman jemaat, pelayanan generasi muda, serta peningkatan peran gereja dalam kehidupan sosial masyarakat.
Memasuki hari kedua, Minggu (29/3), diadakan Ibadah Raya Penyegaran Rohani pada pukul 06.00 WIB. Ibadah ini dilayani secara kolaboratif oleh Pdt. Indro Sujarwo bersama 10 Pendeta se-MD Besuki Timur. Mengambil nats Matius 21:1-11, ibadah ini menghadirkan momen mengharukan melalui doa syafaat bergilir bagi pokok-pokok doa jemaat yang dilayani langsung oleh 11 pendeta.

Di akhir ibadah, dilakukan prosesi pamitan yang diwakili oleh Pnt. Teguh Budi Santoso dari Jemaat Wonorejo, yang secara resmi menerima mandat sebagai tuan rumah Sidang MD ke-2 tahun 2026.
Kebersamaan semakin erat saat seluruh peserta sidang dan jemaat melakukan makan pagi bersama. Agenda terakhir diisi dengan pengambilan keputusan final, sesi Warna Sari (penyampaian aspirasi), serta tradisi arisan jemaat.
Selama dua hari, peserta sidang akan berfokus pada penguatan sinergi antar jemaat, pengembangan sumber daya manusia, serta respons gereja terhadap isu-isu sosial di wilayah Besuki Timur. Suasana kekeluargaan khas GKJW sangat terasa di sela-sela diskusi formal yang berlangsung di ruang sidang.
Seluruh rangkaian acara ditutup dengan Ibadah Penutupan yang dilayani oleh Vikar Widya Ayu Agustin. Setelah makan siang bersama, para peserta meninggalkan GKJW Tulungrejo untuk kembali ke jemaat masing-masing dengan semangat pelayanan yang baru.
“Segala jerih lelah dalam persidangan ini diharapkan membuahkan pertumbuhan iman bagi seluruh jemaat di wilayah Besuki Timur. Gusti Mberkahi kita sedaya.”



