
BANYUWANGI – Suasana penuh kehangatan dan keakraban memenuhi Pondok Pesantren Al-Falah, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi Selasa (30/4).Itulah suasana persaudaraan terasa ketika Komisi Antar Umat Beragama (KAUMD) (MD Bestim) dan KAUMJ se Majelis Daerah Besuki Timur bersilahturahmi ke Pondok Pesantren Al-Falah.
Kegiatan silahturahmi ini merupakan wujud dari komitmen untuk membangun dan mempererat relasi antar umat beragama di lingkup pelayanan MD BesukiTimur.
Dalam kesempatan ini KAUMD & KAUMJ yang didampingi oleh PHMD berjumpa dengan tokoh-tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi, seperti KH M Zainullah Marwan yang akrab disapa Romo Yai Marwan, salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah dan juga merupakan mantan Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menjalin kerjasama harmonis antara NU dan KAUM GKJW se-MD Bestim.
“Kunjungan ini adalah bukti nyata dari kesatuan di dalam bangsa Indonesia yang tercinta,”ujar Romo Yai Marwan sembari mengajak semua hadirin untuk bersama-sama menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa, sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat NKRI Harga Mati.
Dalam dialog yang berlangsung, terjadi pertukaran pendapat yang positif mengenai pengelolaan organisasi dan sumber keuangan.
Hal ini diharapkan dapat menghilangkan segala dugaan dan kesalah pahaman yang mungkin terjadi, terutama terkait dengan sumber keuangan Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) yang selama ini kurang dipahami oleh saudara muslim.
Hadirnya mantan Ketua PCNU Kabupaten Banyuwangi, KH M Ali Makki Zaini atau yang akrab disapa Gus Makki, turut memeriahkan acara tersebut.
Gus Makki tidak hanya menjadi penambah semangat, tetapi juga mengajak untuk bersama-sama menikmati kebersamaan melalui kegiatan ngopi bareng.
Tawaran ini disambut baik oleh semua pihak, sebagai langkah konkret untuk mempererat tali persaudaraan di antara mereka yang berbeda keyakinan.
Harapannya melalui perjumpaan-perjumpaan seperti ini akan tercipta keterbukaan dan kepercayaan antar umat beragama, menjadikan Indonesia terus menjadi negara yang damai dan sejahtera, sesuai dengan harapan para pendahulu.
Kegiatan silaturahmi ini menjadi landasan untuk terwujudnya kerukunan dan persatuan yang lebih kokoh di masa depan. (*)



