BANYUWANGI – Kenaikan Yesus Kristus ke sorga menjadi salah satu peringatan penting bagi umat Kristen di seluruh dunia.
Empat puluh hari sejak hari kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus diangkat naik ke sorga dan berpesan kepada para murid untuk menyebarkan kabar sukacita ke seluruh penjuru dunia.
Bagi Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW), peringatan Kenaikan Yesus Kristus juga dirangkai dengan pembukaan Bulan Kesaksian dan Pelayanan (Kespel).
Pembukaan Bulan Kespel di GKJW Jemaat Banyuwangi, Kamis (9/5), terasa sangat istimewa.
Ratusan warga jemaat dari usia anak-anak, pemuda, dewasa, hingga lansia hadir di gereja untuk memperingati Kenaikan Yesus Kristus dan membuka Bulan Kespel.
Bahkan beberapa warga jemaat dan panitia juga ikut mempersembahkan pujian dan lantunan paduan suara yang indah.
Berbeda dari tahun sebelumnya yang dibuka dengan pembagian ayam warna-warni dan pelepasan merpati, GKJW Jemaat Banyuwangi mengawali prosesi pembukaan bulan Kespel dengan penyiraman bibit tanaman.
Pendeta Dwi Hastuti, menyiram beberapa bibit tanaman yang telah disiapkan di meja altar.

Setelah menyiram beberapa bibit, beberapa perwakilan warga jemaat dari usia anak-anak, pemuda, dewasa, dan lansia menerima pemberian air secara simbolis.
Dengan dibagikan air ini, maka GKJW Jemaat Banyuwangi menjawab panggilan menjadi saksi dan pelayan memujudkan keadilan dan perdamaian melalui Bulan Kespel.
Air adalah simbol kehidupan yang menyegarkan, mengairi untuk memberikan energi dan kekuatan.
Bulan Kespel kemudian resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Pdt Dwi Hastuti dan disambut tepuk tangan meriah dari jemaat.
Setelah ibadah Kenaikan Yesus Kristus usai, Pdt Dwi Hastuti menuju ke halaman depan gereja untuk menanam dan menyiram bibit tanaman secara simbolis.
Kemudian, perwakilan dari kelompok rukun warga (KRW) juga dibagikan bibit tanaman untuk ditanam dan dirawat di rumah masing-masing.
Pembukaan Bulan Kespel dengan penyiraman dan menanam bibit tanaman tahun ini bukan tanpa alasan.
Melalui prosesi tersebut, warga jemaat diajak untuk menjadi pribadi yang anti kekerasan, baik kekerasan terhadap alam ciptaan maupun terhadap sesama manusia.
Penanaman bibit tanaman adalah salah satu upaya untuk melestarikan alam ciptaan yang mana ini juga merupakan salah satu contoh kecil upaya anti kekerasan terhadap alam.
Pada Bulan Kespel ini, warga jemaat diajak terlibat untuk menjadi saksi-saksi Kristus dengan mengampanyekan tindakan anti kekerasan.
Salah satunya dengan melaksanakan lomba vlog sebagai sarana kesaksian untuk bersama-sama meneladani kasih Kristus dengan tidak melakukan kekerasan. (*)



