Pelatihan Tanggul Bencana MD Besuki Timur: Bekali Jemaat dengan Keterampilan Tanggap Darurat Kebakaran.

MD Bestim317 views

tb.0908

GKJW Jemaat Tulungrejo, 09 Agustus 2026 — Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan warga gereja dalam menghadapi situasi bencana, khususnya kebakaran, Majelis Daerah Besuki Timur melalui Pokja Tanggul Bencana menggelar kegiatan Pelatihan Tanggul Bencana MD Besuki Timur pada Minggu, 09 Agustus 2026, bertempat di GKJW Jemaat Tulungrejo.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 11.30 WIB tersebut diikuti oleh peserta yang merupakan utusan dari masing-masing jemaat se-MD Besuki Timur.

Peserta terdiri dari kaum laki-laki serta sebagian perempuan yang memiliki kepedulian dan kesiapan untuk terlibat dalam pelayanan tanggap bencana di lingkungan jemaat maupun masyarakat.

Setelah seluruh utusan dari jemaat dinyatakan hadir, acara dipandu oleh Bapak Sugeng Hariayadi dari GKJW Jemaat Tulungrejo, yang juga merupakan bagian dari Pokja Tanggul Bencana MD Besuki Timur.

Kegiatan diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Fajar Hari Pratomo dari GKJW Jemaat Purwosari. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Pelayan Harian Majelis Daerah (PHMD) Besuki Timur, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Pdt. Yosua Anggi Hermanto dari GKJW Jemaat Tulungrejo.

wallpaper dekstop kolase foto kertas antik warna warni (1) (1)

Dalam sambutannya, Pdt. Anggi menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan tanggap bencana merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi gereja. Menurutnya, gereja tidak hanya memiliki tugas dalam pelayanan kerohanian, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keselamatan dan keberadaan masyarakat ketika menghadapi berbagai situasi darurat. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada Pokja Tanggul Bencana MD Besuki Timur yang telah memprakarsai kegiatan tersebut. Pdt. Anggi berharap melalui pelatihan ini para peserta semakin memiliki pengetahuan, keberanian, serta keterampilan yang tepat dalam menghadapi keadaan darurat.

 

Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Anggi juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada para pelatih atau narasumber dari PT. Bumi Sukses Indo (BSI) – Tujuh Bukit, Pesanggaran, Banyuwangi, yang hadir sebagai Tim Rescue perusahaan tambang, yaitu Bapak Ormana Adi Candra dan Bapak Andri Maulana Afenda.

2

Setelah memperkenalkan diri dan memberikan gambaran singkat mengenai pengalaman mereka dalam bidang tanggap darurat, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan break makan siang bersama. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terlihat dalam kesempatan tersebut, sekaligus menjadi waktu bagi peserta dan narasumber untuk saling mengenal.

Memperkuat Kesiapsiagaan Jemaat. 

Setelah makan siang, kegiatan kembali dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pokja Tanggul Bencana MD Besuki Timur, Bapak Joko Adi Prasetyo dari GKJW Jemaat Sumberagung.

Bapak Joko Adi Prasetyo sendiri memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam bidang tanggap darurat. Selain aktif dalam pelayanan gereja, beliau juga bekerja di PT. BSI sebagai seorang senior dan telah mengikuti berbagai pelatihan Rescue, termasuk pelatihan yang diselenggarakan oleh BASARNAS Provinsi Jawa Timur. Berbagai pengalaman dan sertifikasi yang telah diperolehnya menjadi salah satu bekal penting dalam mendukung pelayanan Pokja Tanggul Bencana MD Besuki Timur.

Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya kesiapan dan pemahaman yang benar dalam menghadapi kondisi darurat. Penanganan bencana tidak cukup hanya dengan keberanian, tetapi juga membutuhkan pengetahuan, teknik, koordinasi, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat dan cepat.

Materi Dasar Penanganan Kebakaran.

Memasuki sesi utama, para peserta mendapatkan materi yang disampaikan oleh dua narasumber dari PT. BSI, yaitu Bapak Ormana Adi Candra dan Bapak Andri Maulana Afenda.

Materi yang diberikan meliputi beberapa hal penting dalam penanganan keadaan darurat kebakaran, antara lain:

  1. Prinsip Dasar Api (Segitiga Api)
    Peserta diberikan pemahaman mengenai unsur-unsur yang menyebabkan terjadinya api serta bagaimana prinsip tersebut dapat digunakan dalam upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran.
  2. Klasifikasi Kebakaran dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
    Peserta diperkenalkan pada berbagai klasifikasi kebakaran serta jenis APAR yang sesuai untuk digunakan dalam menghadapi masing-masing jenis kebakaran.
  3. Prosedur Penggunaan APAR dengan Teknik PASS
    Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai langkah-langkah penggunaan APAR dengan metode PASS, sehingga dalam kondisi darurat peserta tidak hanya mengetahui keberadaan APAR, tetapi juga mampu menggunakannya dengan benar.
  4. Prosedur Darurat Tanggap Kebakaran (RACE)
    Materi ini memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran, mulai dari mengenali kondisi darurat, memberikan peringatan, melakukan tindakan penyelamatan, hingga melakukan evakuasi sesuai prosedur.
  5. Panduan Evakuasi Diri
    Peserta dibekali pengetahuan mengenai cara menyelamatkan diri dan membantu proses evakuasi secara aman ketika menghadapi kondisi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.

Penyampaian materi berlangsung interaktif. Setelah materi selesai disampaikan, beberapa peserta mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Diskusi tersebut membuat suasana pelatihan semakin hidup dan aktif. Berbagai pertanyaan yang muncul menunjukkan antusiasme peserta untuk memahami lebih jauh mengenai teknik keselamatan dan penanganan kebakaran.

Praktik Lapangan: Belajar dalam Situasi Simulasi.

3

Setelah mendapatkan materi secara teori, peserta kemudian diajak untuk mengikuti praktik lapangan. Sesi praktik menjadi salah satu bagian yang paling menarik karena peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi secara langsung mempraktikkan teknik yang telah dipelajari.

Dalam simulasi tersebut, peserta dihadapkan pada kondisi yang dibuat seolah-olah sedang terjadi kebakaran. Dengan arahan dari para narasumber, peserta belajar bagaimana mengambil tindakan secara cepat dan tepat, termasuk cara menggunakan alat pemadam untuk memadamkan api.

Praktik tersebut memberikan pengalaman nyata kepada peserta tentang bagaimana menghadapi situasi darurat. Para peserta juga belajar bahwa dalam menghadapi kebakaran diperlukan ketenangan, keberanian, kerja sama, serta penerapan prosedur keselamatan yang benar.

 

TANGGUL BENCANA DALAM NAUNGAN KPPD.

Setelah seluruh rangkaian materi dan praktek selesai, kegiatan dilanjutkan dengan arahan dari Ketua KPPD MD Besuki Timur, Pdt. Fajar Hari Pratomo.

Dalam arahannya disampaikan bahwa Pokja Tanggul Bencana berada dalam naungan KPPD (Komisi Pembinaan dan Pelayanan Diakonia). Oleh karena itu, pelayanan tanggap bencana merupakan bagian penting dari pelayanan gereja, khususnya dalam memberikan kepedulian dan pertolongan kepada sesama ketika terjadi bencana maupun keadaan darurat.

Pdt. Fajar Hari Pratomo juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Tim Rescue PT BSI, Bapak Ormana Adi Candra dan Bapak Andri Maulana Afenda, yang telah bersedia bekerja sama serta membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada para peserta. Kerja sama seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga gereja memiliki sumber daya manusia yang semakin siap, terampil dan tanggap dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Pdt. Yosua Anggi Hermanto.

Sebagai penutup, seluruh peserta, panitia, pengurus Tanggul Bencana MD Besuki Timur serta Tim Rescue PT BSI melakukan foto bersama sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan atas terlaksananya kegiatan pelatihan tersebut.

Dengan berakhirnya kegiatan, para peserta kemudian kembali ke jemaat masing-masing dengan membawa pengetahuan, pengalaman dan keterampilan baru yang diharapkan dapat diterapkan serta dibagikan kepada warga jemaat di tempat pelayanan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, gereja diharapkan semakin mampu hadir bukan hanya sebagai tempat persekutuan dan pelayanan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang peduli terhadap keselamatan, kemanusiaan, dan lingkungan sekitar.

Pelatihan Tanggul Bencana MD Besuki Timur di GKJW Jemaat Tulungrejo akhirnya menjadi sebuah pengalaman bersama yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mempererat kebersamaan antar jemaat serta menumbuhkan semangat untuk saling menjaga dan menolong dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Tuhan Memberkati.

“Siap, Sigap, dan Peduli—Bersama Gereja Tangguh Menghadapi Bencana.”