LEPAS LANTIK DAN BOYONG PENDETA GKJW: DARI RANUREJO MENUJU LAMONGAN, MELANJUTKAN PANGGILAN PELAYANAN

MD Bestim84 views

kartu foto pribadi dalam gaya modern biru muda

Ranurejo–Balun, 18–21 Oktober 2026 — Perjalanan pelayanan di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) kembali menjadi kesaksian tentang kesetiaan dalam menjalankan panggilan Tuhan. Hal ini terlihat dalam rangkaian ibadah pelepasan Pdt. Gresy Windy Kristiani, S.Si. dan pelantikan Pdt. Andreas Kristianto, S.Si. sebagai pendeta GKJW Jemaat Ranurejo, yang dilanjutkan dengan prosesi boyong Pdt. Gresy ke GKJW Jemaat Lamongan, Wilayah Balun, Surabaya Timur II.

Ibadah Lepas Lantik di GKJW Jemaat Ranurejo

Pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 16.00 WIB, GKJW Jemaat Ranurejo, yang berada di bawah naungan Majelis Daerah (MD) Besuki Timur, menyelenggarakan ibadah pelepasan Pdt. Gresy Windy Kristiani, S.Si. sekaligus pelantikan Pdt. Andreas Kristianto, S.Si. sebagai pendeta GKJW Jemaat Ranurejo.

Ibadah pelepasan dilayani oleh Pdt. Dwi Hastuti, S.Si. selaku Pelaksana Harian Majelis Daerah (PHMD) Besuki Timur, sedangkan pelantikan Pdt. Andreas Kristianto dilayani oleh Pdt. Yudi Heri Setiono, S.Si. selaku Pelaksana Harian Majelis Agung (PHMA) GKJW.

Ibadah tersebut dihadiri oleh perwakilan beberapa jemaat di lingkungan MD Besuki Timur serta rombongan dari GKJW Jemaat Karang Pilang, Surabaya Timur II, tempat Pdt. Andreas Kristianto sebelumnya melayani. Kehadiran para tamu menjadi wujud dukungan dan kebersamaan dalam menyambut pelayan Tuhan yang baru sekaligus mengantarkan pelayan yang akan melanjutkan tugas di tempat lain.

Seusai ibadah, suasana sukacita semakin terasa melalui penyambutan para tamu dengan Tari Dhin Aju Pote, salah satu tarian khas Situbondo yang mencerminkan kuatnya pengaruh budaya Pendalungan. Tarian ini menjadi bentuk penghargaan terhadap kekayaan budaya lokal yang turut mewarnai kehidupan masyarakat dan pelayanan gereja.

coklat netral tradisional keluarga kolase foto (1)

Rangkaian acara dilanjutkan dengan persembahan dari Adi Yuswa GKJW Jemaat Ranurejo serta persembahan pujian dari GKJW Jemaat Karang Pilang. Kedua persembahan tersebut menambah kehangatan persekutuan dan menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan.

Dalam sesi sambutan, Pdt. Dwi Hastuti, S.Si. menyampaikan sambutan mewakili PHMD Besuki Timur, disusul Pdt. Yudi Heri Setiono, S.Si. yang mewakili PHMA GKJW. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dusun Ranurejo, Bapak Wisnu, yang turut memberikan perhatian terhadap kegiatan gereja di tengah kehidupan masyarakat setempat.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan makan malam bersama. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi para tamu dan warga jemaat untuk mempererat persaudaraan dalam suasana penuh keakraban.

Boyong Pdt. Gresy Windy Kristiani ke GKJW Jemaat Lamongan, Balun

Tiga hari setelah ibadah lepas lantik tersebut, tepatnya pada Rabu pagi, 21 Oktober 2026, rombongan dari GKJW Jemaat Ranurejo bersama perwakilan PHMD Besuki Timur tiba di GKJW Jemaat Lamongan, Wilayah Balun, Surabaya Timur II. Kedatangan rombongan bertujuan mengantarkan Pdt. Gresy Windy Kristiani, S.Si. untuk memulai pelayanan di tempat yang baru.

img 8640(1)

Rombongan disambut oleh warga GKJW Jemaat Lamongan dengan penuh kehangatan dan sukacita. Kehadiran perwakilan jemaat asal dan MD Besuki Timur menunjukkan bahwa perpindahan pelayanan bukan sekadar pergantian tempat tugas, melainkan juga bagian dari perjalanan bersama dalam melaksanakan panggilan Tuhan.

Acara serah terima dipandu oleh B. Novia Yustiyana dari GKJW Jemaat Lamongan (Balun). Kegiatan diawali dengan ibadah singkat melalui pujian berjudul “Bertemu dalam Kasih-Nya”. Lagu tersebut menjadi ungkapan syukur atas perjumpaan dalam kasih Kristus yang mempersatukan umat-Nya, meskipun berada dalam lingkungan pelayanan yang berbeda.

Setelah ibadah singkat, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GKJW Jemaat Lamongan. Selanjutnya, Pdt. Fajar Wicaksono menyampaikan sambutan mewakili PHMD Besuki Timur, kemudian Pdt. Yudi Heri Setiyono menyampaikan sambutan mewakili PHMD Surabaya Timur II.

Sambutan-sambutan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penerimaan Pdt. Gresy Windy Kristiani di lingkungan pelayanan yang baru. Selain sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan, pertemuan ini juga mempererat hubungan ant jemaat dan majelis daerah dalam lingkup GKJW.

 

Acara serah terima kemudian diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh P. Sutrisno dari GKJW Jemaat Lamongan. Setelah itu, seluruh rombongan dan warga jemaat berfoto bersama dengan Pdt. Gresy Windy Kristiani sebagai kenangan atas momen kebersamaan tersebut.

Usai berfoto bersama, rombongan dari GKJW Jemaat Ranurejo dan MD Besuki Timur berpamitan dan meninggalkan Pdt. Gresy untuk memulai perjalanan pelayanan bersama warga GKJW Jemaat Lamongan.

Melayani di Tempat Berbeda, Tetap dalam Satu Panggilan

Rangkaian kegiatan lepas lantik dan boyong ini menggambarkan dinamika pelayanan di lingkungan GKJW. Pdt. Andreas Kristianto, S.Si. memulai tugas pelayanan sebagai pendeta GKJW Jemaat Ranurejo, sementara Pdt. Gresy Windy Kristiani, S.Si. melanjutkan panggilan pelayanannya di GKJW Jemaat Lamongan, Wilayah Balun, Surabaya Timur II.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pelayanan gereja tidak berhenti pada satu tempat atau lingkungan tertentu. Setiap perpindahan merupakan bagian dari perjalanan iman dan pengabdian untuk terus menghadirkan kasih Kristus di tengah kehidupan jemaat dan masyarakat.

green and white minimalist desktop wallpaper (1)

Kehadiran perwakilan jemaat, majelis daerah, serta unsur masyarakat dalam rangkaian kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya kebersamaan, dukungan, dan doa dalam menopang pelayanan gereja.

Kiranya Tuhan senantiasa memberkati Pdt. Andreas Kristianto, S.Si. dalam menjalankan tugas pelayanan di GKJW Jemaat Ranurejo dan menyertai Pdt. Gresy Windy Kristiani, S.Si. dalam pelayanan yang baru di GKJW Jemaat Lamongan, Balun.

Berbeda tempat pelayanan, tetap satu dalam kasih Kristus. Sebab setiap pelayan dipanggil untuk melayani, setiap jemaat dipanggil untuk mendukung, dan seluruh gereja dipersatukan dalam karya Tuhan.