SEMANGAT PELAYANAN MENGALAHKAN KEKAWATIRAN KEMACETAN, SIDANG MAJELIS DAERAH BESUKI TIMUR KE-88 DIGELAR DI JEMAAT WONOREJO

MD Bestim217 views

md bestim

WONOREJO, 19–20 September 2026 — Semangat kebersamaan dan pelayanan mewarnai pelaksanaan Sidang Majelis Daerah (MD) Besuki Timur ke-88 yang digelar di GKJW Jemaat Wonorejo, Sabtu–Minggu, 19–20 September 2026. Sidang yang diikuti para utusan dari 10 jemaat se-MD Besuki Timur tersebut menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi perjalanan pelayanan sekaligus menyusun dan menetapkan arah program kerja tahun 2027.

Perjalanan menuju tempat persidangan menjadi cerita tersendiri bagi sebagian peserta. Beberapa hari sebelum pelaksanaan sidang, jalur Ketapang–Situbondo mengalami kemacetan hingga sekitar 15 kilometer. Kondisi tersebut terutama dirasakan oleh peserta dari wilayah selatan Banyuwangi yang harus menempuh perjalanan cukup jauh, sebagian besar dengan mengendarai sepeda motor.

Meski menghadapi kondisi perjalanan yang penuh kekuatiran, semangat para peserta untuk hadir dalam persidangan tetap terjaga. Kehadiran mereka menjadi wujud komitmen untuk bersama-sama menjalankan tanggung jawab pelayanan gereja di lingkungan MD Besuki Timur.

Ibadah Pembukaan:

Rangkaian Sidang MD ke-88 dimulai Sabtu pagi, pukul 08.00 WIB, dengan Ibadah Pembukaan yang dilayani oleh Pdt. Yedija Pramudya Wardhana. Firman Tuhan berlandaskan Mazmur 145:1–8, yang mengajak umat untuk mengagungkan kebesaran Tuhan serta senantiasa mengingat kasih, kemurahan, dan kesetiaan-Nya.

krem estetis keluarga photo collage(1)

Usai ibadah, peserta mengikuti Resepsi Pembukaan Sidang dengan B. Dennis sebagai pembawa acara.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan Tari “Jebing Kacong” yang dibawakan oleh KPPM GKJW Jemaat Wonorejo. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk ungkapan budaya sekaligus penyambutan kepada seluruh peserta sidang yang datang dari berbagai jemaat.

Ketua Panitia, Bp. Teguh Budi Santoso, kemudian menyampaikan sambutan selamat datang. Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan sebuah momentum penting bagi GKJW Jemaat Wonorejo, yakni pada bulan Oktober 2026 jemaat tersebut akan memasuki usia 100 tahun.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PHMD Besuki Timur, Pdt. Dwi Hastuti, kemudian dilanjutkan oleh Kepala Desa Wonorejo, P. Sumarto Adi, S.Sos turut menyampaikan sambutan dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Sidang MD ke-88.

ungu tua ungu dan merah marun profesional kolase foto bisnis bulanan(1)

Sebagai bagian dari prosesi pembukaan, Kepala Desa Wonorejo menyerahkan palu sidang kepada PHMD Besuki Timur. Penyerahan palu tersebut menandai dimulainya rangkaian persidangan secara resmi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari PHMA GKJW, Pdt. Agung Siswanto, dan BPMA GKJW, Pdt. Agus Budi.

Laporan PHMD hingga Komperlitbang

Memasuki agenda persidangan, Pdt. Dwi Hastuti menyampaikan laporan PHMD Besuki Timur. Laporan kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Rogethe Indra Kurniawan selaku Bendahara I MD.

Selanjutnya, Bp. Agus Sediono menyampaikan laporan selaku Convener KP2D. Sementara itu, laporan Komperlitbang Daerah disampaikan oleh Bp. Pinujo Citro Subroto sebagai perwakilan.

Seluruh laporan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Sidang Paripurna sebelum peserta beristirahat untuk makan siang.

Lima Bidang Menjadi Ruang Pembahasan

Setelah makan siang, persidangan kembali dilanjutkan dengan Sidang Paripurna Pertama. Para peserta kemudian dibagi dalam lima seksi sesuai bidang pelayanan, yaitu:

Pertama, Bidang Teologi (Teologia).
Membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan iman, pemahaman teologi, serta dasar-dasar pelayanan gereja.

Kedua, Bidang Persekutuan (Koinonia).
Menjadi ruang pembahasan mengenai kehidupan persekutuan dan kebersamaan warga gereja.

Ketiga, Bidang Kesaksian (Marturia).
Membahas pelaksanaan panggilan gereja dalam memberikan kesaksian di tengah masyarakat.

Keempat, Bidang Pelayanan Cinta Kasih (Diakonia).
Membicarakan berbagai bentuk pelayanan dan kepedulian gereja terhadap sesama.

Kelima, Bidang Penatalayanan (Oikonomia).
Membahas berbagai hal terkait pengelolaan dan penatalayanan gereja untuk mendukung keberlangsungan pelayanan.

Pembagian lima bidang tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembahasan program pelayanan MD Besuki Timur.

biru hitam dan putih modern kolase foto bisnis kegiatan(1)

Setelah menyelesaikan agenda pembahasan, peserta diberikan waktu untuk mandi sore dan makan malam. Persidangan kemudian kembali dilanjutkan dengan agenda pengambilan keputusan dalam penyusunan Program Kerja Tahunan (PKT) MD Besuki Timur Tahun 2027.

Seluruh peserta terlibat dalam pembahasan dan pengambilan keputusan hingga persidangan hari pertama berakhir sekitar pukul 20.30 WIB.

Sebelum beristirahat, peserta mengikuti Ibadah Malam yang dilayani oleh Pdt. Widya Ayu Agustin. Ibadah malam menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengakhiri seluruh aktivitas hari pertama dalam suasana doa dan refleksi.

Pemantapan Rohani Mengawali Hari Kedua

Minggu pagi, 20 September 2026, pukul 06.00 WIB, peserta mengikuti Ibadah Raya Pemantapan Rohani (IRPR).

Ibadah dilayani oleh para Pendeta se-MD Besuki Timur, dengan khotbah disampaikan oleh Pdt. Dr. Agung Siswanto, M.Th. Firman Tuhan diambil dari Matius 20:1–16, mengenai perumpamaan para pekerja di kebun anggur.

Dalam khotbahnya, perumpamaan tersebut menjadi bahan perenungan mengenai kehidupan manusia, panggilan, dan cara memaknai karya serta pelayanan. Dalam uraian juga disinggung pemikiran Herakleitos, filsuf Yunani Kuno pra-Sokratik yang hidup sekitar abad ke-6 SM, sebagai bagian dari refleksi mengenai kehidupan dan perubahan.

Ibadah tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat rohani peserta sebelum memasuki agenda persidangan berikutnya.

Dari Pamitan hingga Keputusan Sidang

Setelah rangkaian ibadah Minggu selesai, dilaksanakan acara pamitan peserta sidang yang diwakili oleh Bp. David Marthen Mince dari Jemaat Jajag.

Peserta kemudian menikmati makan pagi bersama jemaat GKJW Wonorejo. Kebersamaan tersebut menjadi salah satu bagian yang mempererat hubungan antara peserta sidang dengan warga jemaat tuan rumah.

Setelah makan pagi, persidangan kembali dilanjutkan dengan agenda pengambilan keputusan lanjutan. Proses persidangan berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 WIB.

Usai agenda persidangan, kegiatan dilanjutkan dengan arisan jemaat. Selanjutnya dilakukan penyerahan palu sidang kepada GKJW Jemaat Jajag, sebagai jemaat yang akan menjadi tempat pelaksanaan Sidang MD Besuki Timur berikutnya pada tahun 2027.

Penyerahan palu tersebut menjadi simbol berlanjutnya estafet pelayanan dan tanggung jawab persidangan dari GKJW Jemaat Wonorejo kepada GKJW Jemaat Jajag.

Ditutup dengan Ibadah dan Kebersamaan

Seluruh rangkaian Sidang MD Besuki Timur ke-88 kemudian ditutup dengan Ibadah Penutupan yang dilayani oleh Bp. Yosda Yoga Alfa Kananta.

Setelah ibadah, seluruh peserta bersama panitia melakukan foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus kenang-kenangan atas kebersamaan selama dua hari persidangan.

Acara kemudian diakhiri dengan suasana penuh keakraban. Para peserta bersalaman dan berpamitan dengan panitia GKJW Jemaat Wonorejo sebelum kembali ke jemaat masing-masing.

Sidang MD Besuki Timur ke-88 di GKJW Jemaat Wonorejo akhirnya bukan sekadar forum persidangan. Di dalamnya terdapat perjalanan, kebersamaan, doa, pembahasan, perbedaan pandangan, dan pengambilan keputusan yang menjadi bagian dari dinamika kehidupan gereja sebagai bagian Patunggilan kang Nyawiji .

biru hitam dan putih modern kolase foto bisnis kegiatan(1)

Dari Wonorejo, estafet persidangan kemudian diteruskan menuju GKJW Jemaat Jajag untuk pelaksanaan Sidang MD Besuki Timur tahun 2027. Sebuah perjalanan pelayanan yang terus berlanjut, dengan semangat kebersamaan dan panggilan untuk melayani di tengah kehidupan jemaat dan masyarakat.